pasang iklan disini

7 Kesalahan Umum Yang Sering Di Lakukan Videografer Pemula

   
     Hampir setiap orang dari kita terbiasa melihat dan menikmati, gambar yang ditayangkan di televisi atau di layar lebar, yang tentunya dengan hasil gambar yang sangatlah profesional serta mampu memberikan kesan bagus untuk dinikmati penontonya. Dan juga kita pun pasti memahami mana gambar yang bagun mana gambar yang buruk.

     Namun sebaliknya ketika seseorang mulai memegang kamera dan kemudian mengambil rekaman video, tentu tidak semua orang mampu menciptan hasil rekaman yang bagus dan nyaman dilihat. Bahkan lebih parahnya lagi mereka tidak menyadari bahwa rekaman video yang dihasilkannya tidak bagus dan tidak nyaman untuk ditonton. 

    Berikut adalah beberapa contoh kesalahan umum yang sering para videografer pemula. Disini saya menggunakan kata “pemula” dengan kata lain bahwa setiap dari kita pasti memiliki kemampuan untuk menjadi seorang videografer professional.

1. Merekam Tanpa memperdulikan Kestabilan Kamera
Hal ini seringkali terjadi ketika seseorang merekam suatu acara atau momen namun tanpa memperdulikan kameranya stabil atau tidak, alhasil yang terjadi ialah gambar yang dihasilkan seperti sedang terjadi gempa alias goyang-goyang (shake). 
Hasil video yang selalu bergoyang, tidak stabil, terkadang tidak fokus dan cenderung acak-acakan. Ini adalah bentuk kesalahan mendasar dan kebiasaan merekam tanpa rencana, sehingga merekam apa saja yang ada di depan kamera, namun tidak jelas apa yang menjadi subyeknya. Bahkan mungkin si videografer sendiri tidak tahu apa yang direkamnya. 
Padahal tugas dari Seorang videografer menyampaikan pesan dari apa yang direkamnya, atau menyimpan/menagkap moment namun, yang terjadi adalah semua orang tidak paham apa inti dari rekamannya disebabkan gambar yang tidak jelas dan goyang.


2. Merekam Sambil berjalan
Memang terlihat bagus ketika gambar yang kita hasilkan itu berjalan dengan banyak movement kameranya, namun ketika hal ini tidak dilakukan dengan benar maka hasilnya akan buruk bahkan goyang-goyang tidak jelas, untuk itu sebagi videografer pemula alangkah lebih baik hanya gunakan pergerakan kamera saja tanpa perlu disertai dengan berjalan.
Solusinya adalah ketika kita menginginkan gambar yang baik maka sebaiknya menggunakan slider atau steady cam yang mampu mengurangi guncangan (shake) dan juga lebih stabil dan halus.

3. Tidak Memperhatikan Komposisi Bidikan Gambar
Meskipun dalam hal ini membidik suatu objek, dengan kamera atau dengan sebuah senjata keduanya adalah hal yang berbeda jika. Jangan membidik gambar/objek layaknya membidik dengan senjata dimana ketika suatu objek video di tengah adalah hal yang tebaik namun, biarkan objek bergerak bebas dengan seorang videografer tetap memperhatikan komposisi gambar.

Dalam hal videografi, ini adalah cara pengambilan gambar ditengah-tengah yang jarang diajurkan apalagi, untuk event-event acara besar seperti pernikahan, Perlombaan dan lain sebagainya karena hasilnya akan cenderung membosankan. Ini adalah salah satu kesalahan mendasar dalam hal pembingkaian (framing) dan komposisi.

4. Tidak Berusaha Mencari Angle/Sudut pandang
Kebiasaan merekam video dengan hanya berdiri monoton pada satu tempat, tanpa berpindah posisi, seolah-olah seperti CCTV yang diam pada tempatnya. Ini akan menciptakan gambar-gambar yang statis dan monoton, karena tidak menawarkan variasi sudut pandang atau komposisi lain yang mungkin jauh lebih menarik.
Juga kebiasaan hanya merekam sebatas level pandangan mata (eye level), meski sebetulnya akan lebih menarik jika suatu subyek diambil dari sudut alternatif (high angle atau low angle). Bukan sebuah kesalahan fatal, namun sekali lagi cenderung membosankan. Ini adalah contoh kebiasaan salah yang berkaitan dengan sudut pengambilan gambar (angle).

5. Terlalu banyak menggunakan Zoom
Zoom adalah fasilitas dasar yang sangat membantu dan memudahkan dalam pengoperasian kamera video. Dengan zooming, kita bisa mendekati subyek (tele) atau menjauhi obyek (wide) tanpa harus berpindah tempat.
Namun penggunaan fungsi zoom yang berlebihan dan dengan cara yang tidak semestinya, akan menghasilkan rekaman video yang tidak nyaman ditonton. Subyek tiba-tiba mendekat, lalu menjauh, lalu mendekat lagi). Hal ini terlihat sangat jadul dan kurang menarik, alangkah baiknya dengan berjalan mendekati atau menjauhi object (tracking)

6. Tidak Memperhatikan Durasi
Berbeda ketika kita hanya memotret yang menangkap sebuah momen beku/freeze, kamera video merekam sebuah proses berjalan (dinamis) atau aksi (action), sehingga menghasilkan gambar bergerak dan bersuara
Kebiasaan mengabadikan sebuah momen pada saat memotret, Seringkali terbawa pada saat mempergunakan kamera video. Hasilnya adalah hasil rekaman video dengan durasi yang terlalu pendek dalam setiap shot (satu ambilan gambar dalam satu rekaman).
Hasil rekaman yang berdurasi terlalu pendek tidak nyaman untuk dinikmati, karena tidak memberikan kesempatan yang cukup bagi penonton untuk memahami detil subyek yang ditampilkan. Shot yang terlalu pendek juga akan menimbulkan kesulitan dalam proses pasca produksi (editing) karena editor bingung dalam memilih video mana yang cocok untuk digabungkan.

7. Tidak Memperhatikan Pencahayaan
Dalam menempatkan subyek utama pada bagian depan dengan latar belakang yang lebih kuat pencahayaannya. Kebiasaan atau ketidaksadaran dengan situasi backlight seperti ini (dan tidak segera melakukan antisipasi), akan menciptakan siluet dan menggambarkan sosok yang misterius.
Rekaman video yang terlalu sering atau terlalu lama dalam kondisi backlight, sudah pasti tidak akan nyaman ditonton dan kehilangan kesan profesional. Sebuah contoh kesalahan umum dalam hal pencahayaan (lighting).
Untuk solusi dalam hal ini adalah dengan menggunakan Cahaya tambahan seperti lampu-lampu studio eksternal yang bisa di bawa, agar mampu memberikan hasil gambar yang terang dan juga tanpa merusak angle serta background gambar

Oke, itu adalah beberapa kesalahan yang sering di lakukan oleh para videografer pemula, serta semoga solusi yang diberikan juga dapat memberikan manfaat tentunya membuat kalian para videografer akan menjadi lebih professional, okee Guys sekian dari Aku semangat dan selamat Berkarya...................:D


EmoticonEmoticon